Analisis Kandungan Nitrogen dalam Pupuk Urea

experiment report by gusnila’s team work ( gusnilawati, ika sri sulfiana, mia oktarina,rianti sihaloho)

BAB I

PENDAHULUAN

A . Latar belakang

Tanah sebagai media tumbuh tanaman mempunyai fungsi menyediakan air,udara dan unsur-unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, namun demikian kemampuan tanah menyediakan unsur hara sangat terbatas. Hal ini terbukti dengan pemakaian tanah yang terus menerus secara intensif tanpa penambahan unsur hara mengakibatkan merosotnya produktifitas tanah, menurunkan hasil panenan dan rusaknya sifat fisik,kimia dan biologi tanah dan kesuburan tanah. Meskipun peranan nitrogen sebagai unsur hara esensial tanaman telah dikenal, namun selama bertahun-tahun kebutuhan suplai pupuk ini masih menduduki urutan nomor dua. Suplai yang diperoleh secara alami melalui sistem rotasi tanaman masih dianggap cukup. Pengambilan sisa tanaman serta bahan-bahan buangan turut membantu suplai nitrogen. Suplai alami demikian ditambah pula dengan pemberian pupuk nitrogen dalam jumlah kecil yang berasal dari guano, nitrat soda serta berbagai sisa buangan organik. Meningkatnya perkembangan populasi manusia yang mendorong meningkatkan kebutuhan pangan dunia akan berarti pula peningkatan suplai nitrogen. Penelitian dibeberapa negara menekankan pada fiksasi nitrogren atmosfir. Kombinasi nitrogen dan oksigen menghasilkan nitrogen monoksida (NO) pada temperatur tinggi (kira-kira 32500c) dalam suatu tanur listrik arc. Pada temperatur lebih rendah NO akan bereaksi dengan O2 membentuk nitrogen dioksida (NO2), yang mengalami hidrasi dalam keadaan kelebihan udara untuk membentuk asam nitrat, yang selanjutnya akan diubah menjadi Ca-nitrat dalam reaksinya dengan kapur.

Sintesis ammonia dari nitrogen dan hidrogen secara langsung dilakukan dengan berhasil secara komersil di Jerman tahun 1913. sesudah perang dunia pertama banyak pabrik didirikan dibeberapa negara, sebagian besar diantaranya dalam sintesis hidrogen dan nitrogrn berasal dari reaksi antara arang batu dengan uap air dan udara dalam pembentukan pupuk N.

Banyak ammonia yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan bahan-bahan kimia lainnya atau bahan-bahan lain. Pengunaan pupuk masih kecil sebab bahan kimia nitrogen masih terlalu mahal untuk digunakan di dalam usaha pertanian. Pupuk hayati adalah mikroba ke dalam tanah untuk meningkatkan pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah atau udara. Umumnya digunakan mikrobia yang mampu hidup bersama (simbiosis) dengan tanaman inangnya. Keuntungan diperoleh oleh kedua pihak, tanaman inang mendapatkan tambahan unsur hara yang diperlukan, sedangkan mikrobia mendapatkan bahan organik untuk aktivitas dan pertumbuhannya. Mikrobia yang digunakan sebagai pupuk hayati Pada daerah dimana pupuk nitrogen secara luas digunakan, sumur-sumur perumahan yang ada disana hampir pasti tercemar oleh nitrat. Diperkirakan 14 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya (Badan Sensus Amerika Serikat 1993). Pada daerah pertanian, pupuk nitrogen merupakan sumber utama pencemaran terhadap air bawah tanah yang digunakan sebagai air minum. Sebuah penelitian oleh United States Geological Survey menunjukkan bahwa > 8200 sumur di seluruh AS terkontaminasi oleh nitrat melebihi standar air minum yang telah ditetapkan oleh Envrironmental Protection Agency (EPA), yaitu 10 ppm. Sumber nitrat lainnya pada air sumur adalah pencemaran dari sampah organik hewan dan rembesan dari septic tank (hbiofertilizer) dapat diberikan langsung ke dalam tanah, disertakan dalam pupuk organik atau disalutkan pada benih yang akan ditanam. Penggunaan yang menonjol dewasa ini adalah mikrobia penambat N dan mikrobia untuk meningkatkan ketersedian P dalam tanah. Sumber utama N berasal dari gas N2 dari atmosfir. Kadar gas nitrogen di atmosfir bumi seki¬tar 79% dari volumenya. Walaupun jumlahnya sangat besar tetapi belum dapat dimanfaatkan oleh tanaman tingkat tinggi, kecuali telah menjadi bentuk yang tersedia.

Proses perubahan tersebut:

• Penambatan oleh mikrobia dan jazad renik lain. Jazad renik ada yang hidup simbiotis dengan tanaman tanaman legum (kacang-kacangan) maupun tanaman non legum,
• Penambatan oleh jazad-jazad renik yang hidup bebas di dalam tanah atau yang hidup pada permukaan organ tanaman seperti daun.

• Penambatan sebagai oksida karena terjadi pelepasan muatan listrik di atmosfir.
Pemberian pupuk kedalam tanah akan meningkatkan kandungan unsur hara didalam tanah yang dapat segera diserap akar tanaman, namun demikian pemberian pupuk itu mempengaruhi kondisi tanah. Hal itu terjadi karena pengaruh dari sifat-sifat, macam atau jenis pupuk yang diberikan. Setiap pupuk yang ditambahkan kedalam tanah akan mengalami berbagai macam reaksi. Reaksi-reaksi tersebut akan berpengaruh terhadap sifat fisika, kimia dan biologi tanah.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah dalam makalah ini adalah:

  1. Bagaimana pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanah.
  2. Bagaimana cara meningkatkan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk yang mengandung nitrogen.
  3. Manakah kandungan pupuk yang terbanyak mengandung unsure nitrogen dalam sampel pupuk yang diberikan.
  4. Berapakah kandungan pupuk yang diberikan pada masing- masing sampel.

C. Batasan masalah

Demi terarahnya penulisan dalam makalah ini, maka penulis membatasi masalah pada:

  1. Penentuan  kandungan/ kadar  pupuk nitrogen dalam sampel yang diberikan.
  2. Meninjau  mekanisme serta reaksi dalam penentuan kadar nitrogen dalam pupuk pada masing- masing sampel yang diberikan.

D. Rumusan masalah

Dari batasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Berapakah kadar nitrogen dalam pupuk yamng diberikan.
  2. Bagimana mekanisme dan reaksi dalam penentuan kadar nitrogen dalam pupuk.

E. Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk:

  1. Mengetahui kadar unsure nitrogen dalam sampel pupuk.
  2. Mengetahui mekanisme dan reaksi yang terjadi selama penentuan kadar nitrogen dalam sampel pupuk.

F. Manfaat percobaan

Adapun manfaat percobaan ini adalah :

  1. Membantu mengetahui pupuk mana yang mengandung banyak nitrogen dan dapat dipergunakan sebagimanamestinya.
  2. Membantu praktikan sendiri dalam  mengetahui reaksi  dan mekanisme yang terjadi selama percobaan sehingga dapat mengembangkan untuk penelitian  yang lebih lanjut.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian Pupuk dan Pemupukan

Pupuk urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2,

merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.

Kegunaan nitrogen dalam pupuk urea

Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:

  1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
  3. Menambah kandungan protein tanaman
  4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan

Gejala kekurangan unsure hara nitrogen

  1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan
  2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
  3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas
  4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya

Nitrogen dalam urea dihidrolisis dengan H2SO4 dan NH3 yang terbentuk didestilasi dari larutan alkali.

Destilat ditampung dalam larutan H2SO4 dan kelebihan asam dititrasi kembali. Titik akhir titrasi tercapai bila warna lembayung dari indicator campuran merah metal biru metal, berubah menjadi lembayung kehijauan.

Pengertian pupuk secara umum ialah : suatu bahan yang bersifat organic ataupun anorganik, bila ditambahkan kedalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Dari batasan ini diambil pengertian bahwa penambahan bahan pasir ke tanah yang mengandung kadar liat yang tinggi dapat merobah sifat fisis tanah yakni adanya perbaikan porositas tanah. Penambahan bahan kapur ketanah yang masam dapat meningkatkan pH tanah, terjadi perbaikan sifat kimiawi tanah dan penambahan bahan lainnya. Disini pasir dan kapur termasuk bahan pupuk dalam arti luas (Hasibuan,2006).

Pemupukan berarti Cara-cara atau motode serta usaha-usaha yang dilakukan dalam pemberian pupuk atau unsure hara ke tanah atau ketanaman yang sesuai yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman normal (Hasibuan,2006). Sumber unsur nitrogen sebenarnya cukup banyak terdapat di atmosfir, yaitu lebih kurang 79,2 persen dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsure N ini baru dapat digunakan oleh tanaman setelah mengalami perubahan kebentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk pupuk. Sumber utama dari Nitrogen berasal dari N2 atmosfir yang terikat. Untuk pembuatan pupuk adalah nitrogen dalam bentuk amoniak(Hasibuan,2006).

  1. Pembuatan Pupuk Nitrogen

Hingga sekarang diketahui ada tiga cara pengikatan nitrogen bebas udara yang telah dikembangkan yaitu :

1.Cara electric arc

2. Cara pembuatan kalsium sianamida

3. Cara fiksasi N udara dan membentuk ammoniak

3. Macam Pupuk Nitrogen

Dalam klasifikasi pupuk, pupuk nitrogen ialah pupuk yang mempunyai komponen utama unsure N sebagai unsure hara, pupuk N terdiri dari :

1. Pupuk N organic yang terdapat pada pupuk-pupuk organic

2. Pupuk N organic buatan kedua golongan pupuk tersebut diatas dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu :

1. Bentuk organic

2. Bentuk ammonia (NH4+) dan

3. Bentuk nitrat (NO3-)Sedangkan pupuk-pupuk Cyanamide (CaCN2) dan Urea CO(NH2)2, karena bila diberikan kedalam tanah siap dirubah menjadi senyawa ammonia, maka dimasukkan kedalam golongan senyawa N berbentuk ammonia (Hasibuan,2006)

Ammonium Sulfat

Pupuk ammonium sulfat dikenal juga dengan nama ZA (Zwavelzure Amonium). Pupuk ZA yang diperdagangkan dalam bentuk kristal, umumnya berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna abu-abu, biru kabuan dan kuning, tergantung kepada pembuatannya. ZA yang diperdagangkan mengandung 97 persen (NH4)2SO4 dan tidak mengandung sekitar 20.5% sampai 21% tapi dalam perhitungan biasanya dibuat 20%. Pupuk ini termasuk kedalam pupuk yang larut didalam air, dan didalam tanah terionisasi menjadi ion ammonium (NH4) dan ion-ion sulfat dengan rumus (SO42-).(Hasibuan,2007)

Ammonium Chlorida ( NH4CL)

Pupuk ammonium chlorida adalah pupuk berbentuk kristal berwarna putih. Pupuk ini mempunyai kadar N sebanyak 26%. Larut didalam air. Didalam tanah akan terionisasi menjadi ion NH4 dan Cl-. Seperti halnya dengan pupuk ZA, ion ammonium dapat langsung diserap tanaman dan sebagian akan dijerap oleh koloid tanah pada permukaan (Hasibuan,2006)

Ammonium Nitrat (NH4NO3)

Pupuk ammonium nitrat adalah pupuk yang dapat menyumbangkan dua jenis hara N dalam bentuk ammonium dan nitrat. Pupuk ini mempunyai kadar N sebanyak 33%, termasuk pupuk yang larut didalam air. Berntuk pupuk ialah padat dan kristalin dan berwarna putih, tidak higrokopis dan berkerja cepat (Hasibuan,2006)

Ammonium Sulfat Nitrat ( ASN)

Ammonium Sulfat Nitrat adalah pupuk yang diproduksi oleh Ruhr-sticstoff A.G.Jerman, merupakan garam rangkap dari ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Pupuk ini diperdagangkan dalam bentuk kristal berwarna seperti kuning kemerah-merahan (Hasibuan,2006).

Urea CO(NH2)2

Pupuk urea adalah pupuk buatan senyawa kimia organic dari CO(NH2)2, pupuk padat berbentuk butiran bulat kecil (diameter lebih kurang 1 mm). Pupuk ini mempunyai kadar N 45%-46%. Urea larut sempurna di dalam air, dan tidak mengasamkan tanah. Sifat urea lain yang tidak menguntungkan adalah sangat higrokopis dan mulai menarik air dari udara pada kelembaban nisbi 73 persen(Hasibuan,2006).

Pupuk Cyanamide

Pupuk cyanamide dan pupuk urea dikenal sebagai pupuk organic buatan. Contoh pupuk cyanamide ialah CaCN2 dibuat dengan memanasi kapur (lime) dengan kokas ( coke) (Hasibuan,2006).

Pupuk Kalsium Ammonium Nitrat

Pupuk ini meruoakan campuran dari ammonium nitrat dengan bubuk tanah liat (kapur mergel). Campuran ini dimaksudkan untuk meniadakan keburukan-keburukan ammonium nitrat. Kalsium ammonium nitrat mengandung 20,5% N dan 30-35% CaCO3. diperdagangkan dalam bentuk butiran-butiran kuning muda dan hijau (Hasibuan,2006).

Pupuk Natrium Nitrat (NaNO3)

Natrium nitrat juga dikenal dengan nama Chilisalpeter. Disebut dengan chilisalpeter karena pada awalnya pupuk ini merupakan produk alam, yang didapatkan dari endapan didalam tanah didaerah pantai utara chili, peru dan Bolivia dan dipantai barat Amerika Serikat. Sekarang pupuk NaNO3 telah dibuat secara sintetis melalui proses ammonia soda sejalan dengan cara pembuatan ammonium chlorida, yaitu dengan caraproses Solvay (Proses ammonia soda) dengan larutan garam (Hasibuan,2006).

Reaksi pupuk Nitrogen di dalam Tanah. Apabila pupuk ditambahkan kedalam tanah maka pupuk akan mengalami reaksi atau perubahan baik dalam bentuk fisik dan sifat kimianya. Perubahan-perubahan ini mulai terjadi apabila pupuk itu bereaksi dengan air tanah. Setelah bereaksi dengan air pupuk akan melarut, sebagian pupuk akan diserap akar tanaman, sebagian ada terfiksasi menjadi bentuk tidak tersedia untuk tanaman, hilang melalui proses denitrifikasi (pupuk N), tercuci (leaching) tereosi dan serta terjadinya penguapan (volatilisasi) (Hasibuan,2006).

Penambat N yang hidup bebas

Penambatan nitrogen dalam tanah dilakukan juga oleh jasad renik yang hidup bebas, artinya tidak bersimbiosis dengan tanaman inang. Jasad tersebut antara lain adalah ganggang hijau-biru (Chyanophiceae) dan bakteri yang hidup bebas. Bakteri yang hidup bebas ialah Rhodospirillum sp. yang fotosintetis, Clostridium yang merupakan jasad bersifat anerob serta Azoto¬bacter dan Beiyerinckia yang aerob.(Anonim,2007). Ganggang biru hijau hidup pada berbagai keadaan lingkungan, bahkan pada permukaan batu di lahan gurun pasir yang gersang. Dia bersifat auototrof sempurna dan hanya memerlukan sinar matahari, air, nitrogen bebas, karbon dioksida dan garam-garam yang mengandung hara mineral penting. Karena ganggang memerlukan sinar matahari maka diduga hanya sedikit pengaruhnya terhadap penambahan unsur N dalam tanah pertanian yang diusahakan di dataran tinggi. Manfaat lain yang diperoleh dari ganggang hijau-biru ini ialah terjadinya pelapukan secara biologis sehingga menjadi lebih terbukanya kehidupan lain pada permu¬laan genesa tanah.(Sanchez,1992). Dipandang dari segi pertanian penambatan nitrogen oleh bakteri yang hidup bebas di dalam tanah mempunyai peranan lebih penting dibandingkan ganggang hijau-biru. Jasad-jasad ini, kecuali Rhodospirillum, menghendaki adanya sumber tenaga berupa sisa tanaman atau hewan. Sebagian tenaga hasil oksidasi ini digunakan untuk menambat nitrogen dari udara bebas. Kemampuan maksimum penambatan nitrogen oleh jasad ini berkisar 20 sampai 40 kg per hektar N per tahun (Anonim,2007).
Disamping bakteri penambat yang bersimbise ada mikrobia yang hidup bebas mikrobia dan ganggang biru (blue green algae) yang mampu menambat N udara. Nama Sifat umum
Azotobakter Aerobik, hidup di dalam tanah, air dan permukaan daun Azospitillum Mikro-aerobik, hidup bebas atau asosiasi dengan akar tanaman. Actinimycetes Menambat N dan simbiosis dengan non legum misalnya Casuarina, Myrica Blue green algae Hidup di air atau daratan, mengandung khlorofil

Selama berabad-abad penggunaan legum (kacang-kacangan) dalam pergiliran tanaman serta penggunaan pupuk kandang merupakan cara-cara yang penting dalam penyediaan nitrogen tambahan pada tanaman non legum. Meskipun masih merupakan sumber nitrogen yang besar sumbangannya bagi pertumbuhan tanaman, selama beberapa dekade sekarang ini sumber nitrogen kacangan-kacangan dan pupuk kandang makin hari makin menurun peranannya. Jumlah nitrogen yang ditambat oleh rhizobia sangat bervariasi tergantung strain, tanaman inang serta lingkungannya termasuk ketersediaan unsur hara yang diperlukan. Selandia Baru merupakan negara yang sangat mementingkan penggunaan pupuk nitrogen berasal dari penambatan N dari atmosfir (Anonim,2007).

Pertanian Organik cegah kontaminasi nitrat pada air. Walaupun dapat meningkatkan produksi hasil tanam, penambahan nutrisi (pupuk) pada tanah juga dapat melepaskan nutrisi, dan mencemari suplai air. Studi terbaru para peneliti di University of Minnesota menunjukkan, praktik pertanian alternatif dapat membantu melindungi lingkungan dengan mengurangi kadar nitrat pada air permukaan dan tanah yang disebabkan pemakaian pupuk secara dan dengan konvensional (Anonim,2007). Nitrogen adalah salah satu elemen terpenting yang dibutuhkan dalam produksi sistem pertanian. Ketika perlakuan dengan sejumlah pupuk nitrogen untuk mengoptimalkan lahan tanaman dan meminimalkan kerusakan lingkungan, sebagian besar nitrogen menimbulkan lepasnya nitrat (Anonim,2007). Nitrat berasal dari nitrogen, lepas melalui air tanah. Di wilayah dimana drainase di bawah permukaan tanah digunakan dalam pertumbuhan tanaman, kadar nitrat yang tinggi dialirkan ke hilir. Kontaminasi nitrat pada air dapat mengakibatkan air menjadi sangat serba kekurangan oksigen (hypoxic) dan menekan kehidupan air di hilir ( Anonim,2007). Pada daerah dimana pupuk nitrogen secara luas digunakan, sumur-sumur perumahan yang ada disana hampir pasti tercemar oleh nitrat. Diperkirakan 14 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya (Badan Sensus Amerika Serikat 1993). Pada daerah pertanian, pupuk nitrogen merupakan sumber utama pencemaran terhadap air bawah tanah yang digunakan sebagai air minum. Sebuah penelitian oleh United States Geological Survey menunjukkan bahwa > 8200 sumur di seluruh AS terkontaminasi oleh nitrat melebihi standar air minum yang telah ditetapkan oleh Envrironmental Protection Agency (EPA), yaitu 10 ppm. Sumber nitrat lainnya pada air sumur adalah pencemaran dari sampah organik hewan dan rembesan dari septic tank(Anonim,2007).

BAB III

METODE DAN BAHAN

  1. Tempat

Laboratorium kimia analitik jurusan kimia universitas negeri padang.

  1. Persiapan sampel

Sampel diambil dari salah satu toko pupuk pasar raya, Padang

  1. Alat dan bahan

ALAT

  • Labu kjeldhal
  • Erlenmeyer
  • Unit destilasi lengkap
  • Buret
  • Pipet tetes
  • Gelas ukur
  • Corong
  • Pemanas

BAHAN

  • H2SO4 pekat (sg 1.84)
  • Larutan 0.25 N H2SO4
  • Larutan 0.25 N NaOH
  • Larutan NaOH 40%
  • Indicator campuran merah metil biru metil
  • Indicator phenolphthalein
  1. Prosedur

PROSEDUR KERJA

a)      Timbang 5 gram sampel dan masukkan ke dalam labu kjeldahl

b)      Tambahkan 25 mL H2SO4 pekat dengan gelas ukur dan didihkan dengan nyala api kecil selama 1 jam

c)      Setelah dingin encerkan dengan air suling dan pindahkan ke dalam labu ukur500 mL sampai tanda garis dan kocok hingga serba sama.

d)     Pipet 25 mL larutan tersebut kedalam labu destilasi dan tambahkan air suling hingga isinya menjadi 300 Ml

e)      Siapkan alat destilasi dan larutan ini didestilasi

Destilat di tampung ke dalam 50 mL 0.25 N H2SO4 dalam Erlenmeyer 500 mL yang mengandung beberapa tetes indicator campuran merah metil biru metil, ujung pendingin harus tercelup dalam larutan penampung.

f)       Sebelum larutan didstilasi, tambahkan NaOH 40% kedalam labu destilasi sampai larutan berwarna merah (indicator phenophtalein).penambahan NaOH harus secara cepat.

g)      Hentikan destilasi setelah Erlenmeyer berisis sekitar 400mL destilat

h)      Titer kelebihan 0.25 N H2SO4 dengan 0.25 N NaOH hingga titik akhir titrasi tercapai dan catat volume 0.25 N NaOH yang dipakai

i)        Lakukan titrasi blangko seperti diatas.

BAB IV

PEMBAHASAN

Pupuk urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen. (N) berkadar tinggi. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis). Pupuk urea yang dijual di pasaran biasanya mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen ( Hasibuan,2006).

Penentuan kadar nitrogen dalam pupuk urea,sangat penting dalam kimia analisis,hal ini berkaitan dengan analisis kuantitatif yang sangat bermanfaat bagi umat manusia,khususnya untuk membudidayakan tanaman atau analisis terapan lainnya.

Penambahan H2SO4 pekat dan dipanaskan selama satu jam bertujuan agar gas dari asam tersebut keluar,setelah satu jam larutan pupuk yang terlarut dalam H2SO4 pekat berwarna hijau dan tidak menimbulkan gas lagi jika dipanaskan. Destilasi dilakukan untuk mengeluarkan gas ammonia dari larutan yang telah diencerkan dari larutan H2SO4 pekat yang berisi pupuk tersebut.,gas ammonia yang dikeluarkan,sebagai destilat di tampung dalam 50 mL H2SO4,indicator yang digunakan adalah campuran metilen red dan metilen blue.ujung pendingin harus tercelup ke larutan penampung.hal ini supaya ammonia yang dihasilkan terperangkap atau bereaksi sempurna dengan H2SO4. Destilasi dilakukan pada suhu konstan 1000 C , Setelah beberapa tetesan dari hasil destilasi tertampung dalam larutan H2SO4,praktikan mentitrasi kelebihan H2SO4 dengan NaOH  0,25 N. Praktikan mengamati titik akhir dicapai pada saat campuran indicator metal red dan metal blue menjadi warna hijau. Kemudian praktikan menghitung berapa kadar nitrogen dalam pupuk tersebut dengan rumus yang telah diberikan. Untuk factor pengenceran praktikan mengambil 12.5 mL dari 250 mL sampel yang telah disiapkan dalam labu ukur 250 mL.berarti disini factor pengenceran adalah 20 kali. Sehingga praktikan mendapatkan persen nitrogen yang terkandung dalam pupuk urea adalah:

x 100 %

Dimana:           V1 (volume NaOH 0,25N untuk titrasi blanko)

V2 (volume NaOH 0,25N untuk titrasi sampel )

F (factor pengenceran )

N Normalitas NaOH yang digunakan

Total nitrogen =  x 100%= 45.05 %

Angka 14.007 adalah bobot atom nitrogen

Urea yang dianalisis disini adalah kandungan /kadar nitrogen yang terdapat dalam pupuk ini,hasilnya didapat beberapa data yang berbeda dalam analisis tersebut.

Pada percobaan ini reaksi dalam prosedur sebagai berikut:

CO(NH2)2 + 2H2SO4 2   ……..       NH3(aq) +2 SO2(g) + CO(g)

Gas belerang dioksida dan karbon monoksida keluar pada waktu pemanasan. Larutan amoniak diencerkan dengan aquades dan didestilasi. Gas ammonia yang dihasilkan ditampung dalam tabung Erlenmeyer yang berisi H2SO4. Kelebihan H2SO4 setelah masukknya gas ammonia dititrasi dengan larutan NaOH. Reaksinya

H2SO4 (aq) +2 NH3(aq)………………… (NH4)2SO4 + H2O(l)

Reaksi pentiteran kelebihan H2SO4 (aq) adalah :

H2SO4 (aq + NaOH    ………………..                NaSO4 + H2O(l)

Kadar nitrogen yang praktikan dapatkan dalam sampel pupuk yang diberikan adalah 45.05%, dan hampir mendekati sesui dengan kandungan nitrogen dalam pupuk urea secera SNI (Standar Nasional Indonesia) yaitu 46% per gram sampel yang diberikan.

.

BAB V

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari percobaan yang telah praktikan lakukan untuk menghitung kadar urea dalam pupuk,praktikan menemukan bahwa kadar pupuk urea yang ada dalam sampel adalah 45.05%. data ini hampir  sesuai dengan teori yang seharusnya bahwa menurur SNI kadar pupuk urea yang baik mengandung jumlah nitrogen minimal 46 % dalam setiap gram sampel yang dianalisis.

  1. Saran

Dari percobaan yang praktikan lakukan dapat disarankan beberapa hal:

  1. Agar penentuan kuantitas dari suatu sampel yang ingin dianalisis tepat,maka reagen dengan konsentrasi tepat dan harus baru perlu digunakan
  2. Setting alat yang benar dan pengguanaan alat yang benar harus dilakukan agar hasil analisis yang diharapkan optimal.

DAFTAR PUSTAKA

http://pusri.wordpress.com/2007/09/22/mengenal-pupuk-urea/.diakeses: 4 April 2010

http://www.petrokimia-gresik.com/za.asp: diakeses: 4 april 2010

http://www.mail-archive.com/agromania@yahoogroups.com/msg35844.html.diakses tanggal 15 April  2010

http://rioardi.wordpress.com/2009/01/21/pupuk-nitrogen/.diakses tanggal 15 April 2010

2 thoughts on “Analisis Kandungan Nitrogen dalam Pupuk Urea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s