bukan sekedar curhat sebenarnya….

Semua orang pasti akan merasakan penderitaan berdasarkan nasipnya masing –masing, sesuai kodrat yang telah ia bawa dari lahir. Bukan apa-apa sich, maksudnya begini, setiap orang akan mengalami apa yang yang telah menjadi garis tangannya sejak berada di alam rahim sang ibu. Terkadang nasip baik selalu berada di tangannya, setiap keberuntungan akan singgah di hadapanya.. mujur  hampir tidak bisa lari darinya. Apa yang dicita-citakan selalu menghampiri bahkan nyaris tidak ada nihil sama sekali.

Namun ada juga yang yang takdir goresan ditangannya hanya berpredikat biasa -biasa saja. Kadang mujur, eh ..kadang-kadang mundur. Tapi orang ini pada hakikatnya telah terbiasa dengan  gaya hidup yang begituan. Eh.. kato urang awak mah “lah acok makan asam jo garam”. Hidupnya  bukanlah seperi burung yang selalu berada di atas hamparan dahan hijau di atas pepohonan,burung  yang  selalu hinggap ditempat teduh, diantara rindangnya pepohonan, tapi kadang kadang sering jatuh dan berpanasan ketika hidup di dahan yang sedang mengalami musim gugur.Ondehh!!! sok basyair lo bagai ko ha! Tapi dak baa do ndak kawan? ,” the poem is beatifful”

Demikian juga dengan orang yang hidupnya bagai tinggal di padang pasir yang tandus..jarang-jarang ada hujan. Tahan banting dengan kondisi  yang sangat minim,apalagi jauh dari kesejahteraan . contoh saja tumbuhan kaktus…bertahan dengan kondisi  gimane gituhhh!!! Tapi tetap hidup,,tahan bantiang maksudnyo….walau hidup susah tapi tetap bertahan. Bertahan dengan segal a kondisi buruk yang terus melanda. Berusaha bangkit untuk hidup, tapi mau bagaimana lagi,keadaan yang memang memaksanya seperti itu.

Kita manusia diberi akal dan fikiran oleh sang kuasa untuk memamfaatkan segala sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Walau garis tangan kita ada di salah satu yang tersirat di atas tersebut ,bukan berarti kita harus pasrah dengan keadaan. Bukan terpuruk pada kondisi yang Allah takdirkan pada kita., atau malah bersenang senang pada kondisi nasip baik forever, always,everytime and anywhere( kato urang kampuang mah kayo malicak,anak camaik), tapi bagaimana menjadi  suatu subject  yang benar-benar dapat menjadi bermamfaat, berguna bagi siapa  saja selagi itu baik,,why not!!!! Yo nak pren?.

Pada intinya takdir yang Allah goreskan untuk hidup kita adalah pemicu agar kita benar –benar  menjadi manusia yang mulia.. toh kaya miskin,,kan tidak akan ditanya oleh bang Ridwan sebagai seleksi memasuki surga doesn’t it ???. Bagaimana menjalani hidup yang dirihoiNya, berusaha semaksimal mungkin,pantang mundur,teguh pendirian,laa tahzan  adalah modal utama yang harus  dimiliki untuk hidup. Percaya takdir itu harus,tapi  so pasti ,,bung!! ingat satu hal bahwa takdir akan datang setelah usaha dan doa sungguh-sungguh,ditambah lagi sabar dan istiqamah. Nah, kalau yang demikian itu telah terlaksana yakin lah bahwa  Allah itu tidak akan sia-sia memberi  keputusan pada kita. Sebaik-baik keputusan adalah keputusan Allah.

Jika diibaratkan pada reaksi kimia(oihh sampai lo ka kimia aaa,canggih yo?),, product yang jumlahnya maksimal adalah reaksi yang berjalan dengan konsentrasi reaktan maksimal plus katalis. Pasti tau maksudnyo kan???.  Jika kita mengerjakan sesuatu dengan maksimal  , insyaallah pasti hasilnya juga maksimal ditambah pemicu yang sempurna, seperti kesabaran ketekunan dan emosional yang bagus tentunya. Baso kampuang awak kayak giko..” the good result is from the good struggle”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s