Rujukan untuk Karya Ilmiah

🙂  🙂     :)   🙂          :)               :)                 🙂

Karangan ilmiah / karya ilmiah adalah bentuk-bentuk tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sesuai dengan kebenaran ilmiah. Karangan ilmiah merupakan suatu karangan yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan atau prosedur ilmiah ( Maryadi, 2000:14). Kaidah – kaidah keilmuan itu seperti (1) metode ilmiah, (2) bahasa Indonesia baku, (3) tata tulis ilmiah, (4) objektif, (5) logis , (6) empiris ( berdasarkan fakta), (7) sistematis , (8) lugas, (9) jelas, (10) konsisten  (Mayardi,2000:15). Contoh karangan ilmiah : makalah, laporan praktek, skripsi ( tugas akhir), tesis, disertasi, artikel jurnal, dll.

Dalam penulisan karangan ilmiah , pengacuan dari pendapat orang lain perlu digunakan. Pendapat orang lain yang diacu itu berupa buku, jurnal, makalah, dan lain-lain. Sumber acuan tersebut harus dicantumkan dalam daftar pustaka yang terdapat diakhir karangan.  Ringkasnya, setiap pendapat orang lain yang ingin disadur dalam tulisan harus dicantumkan suber acuan tersebut, hal ini yang disebut kejujuran ilmiah.

Secara garis besar ada 2 cara penulisan untuk mengambil rujukan dari karangan atau tulisan orang lain.

  1. Dengan cara mengutip kalimat tersebut, baik dengan kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung. Contoh kutipan tidak langsung seperti yang tertera pada paragraph pertama tulisan ini, tidak perlu diulang kembali. Secara umum dapat digambarkan kembali seperti berikut ini:

…………   kalimat yang anda kutip ( nama akhir pengarang,tahun terbit rujukan:hal rujukan jika ada). Tanda titik diletakkan setelah tanda kurung tutup bukan setelah kalimat.

Jika mengutip secara langsung, maka formatnya dapat ditulis sebagai berikut:

Jika kutipan itu pendek dengan cara memasukkan kedalam kalimat.

Contoh:  Menurut ibnu (2002:19)”kalimat yang akan dikutip”.

Mengutip langsung dimana kalimat yang dikutip panjangnya lebih dari 40 kata, maka penulisannya dipisahkan dari kalimat yang  dibuat dan gunakan spasi satu  serta penulisannya agak menjorok ketengah sebanyak 5 spasi.

Contoh :

Kalimat sebelumnya yang dibuat …    .Menurut Gusnila ( 2010:2)

Untuk membuat acuan jika pengarang lebih dari dua orang maka caranya dengan
membuat nama akhir pengarang pertama dan diikuti singkatan et al. jika
pengrang sumber rujukan terdiri dari 2 orang maka penulisannya dibuat dengan
cara menuliskan kedua nama pengarang tersebut yang dipisahkan dengan tanda
koma.

sambungan kalimat yang ingin dibuat lagi………..

Sumber-sumber rujukan ini dibuat di daftar pustaka secara lengkap sesuai dengan tata cara penulisan yang benar, tidak penulis jelaskan disini.

  1. Dengan menggunakan catatan kaki.

Selain rujukan dengan menggunakan tanda kurung seperti di atas, perujukan karangan ilmiah juga dapat menggunakan catatan kaki. Dilihat dari segi isinya catatan kaki (footnote) dibedakan menjadi dua:

  1. Catatan kaki yang berisi referensi
  2. Catatan kaki yang berisi keterangan tambahan.

Cara penulisan catatan kaki:

  1. Catatan kaki ditulis dibagian bawah halaman tempat materi kutipan atau pernyataan itu.
  2. Catatan kaki ditulis satu spasi dengan ukuran huruf 10
  3. Catatan kaki diberi nomor secara berurutan dalam setiap bab.
  4. Catatan kaki yang berisi referensi ditulis : nama pengarang tanpa dibalik diikuti tanda koma;judul karangan dicetak miring diikuti koma;kota penerbit diikuti titik dua dan nama penerbitdiikuti koma dan tahun terbit (ditulis dalam tanda kurung) dan diikuti koma ;nomor halaman materi kutipan ( ditulis halaman…atau hlm …atau h) diakhiri titik.
  5. Catatan kaki yang berisi keterangan tambahan dituliskan penjelasan untuk kakimat atau kata yang akan dijelaskan.
  6. Jika kutipan itu sama sumbernya dengan kutipan sebelumnya, maka cukup ditulis Ibid (sumber dan halaman sama) atau Ibid hlm…(jika sumber sama dan halaman berbeda)
  7. Jika kutipan itu sumber dan halamannya sama dengan kutipan sebelumnya, tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain, maka cukup ditulis Loc cit.
  8. Jika kutipan itu sumbernya sama dengan kutipan sebelumnya dan halamanya berbeda, tetapi telah diselangi oleh kutipan dari sumber lain, maka cukup ditulis Op cit hlm…
  9. Jika kutipan itu sumbernya sama dengan kutipan sebelumnya dan halamanya berbeda, tetapi telah diselangi oleh beberapa  kutipan dari sumber lain, maka cukup ditulis  nama pengarang diikuti tanda koma Op cit hlm
  10. Jika kutipan itu sumbernya sama dengan kutipan sebelumnya dan halamanya berbeda, tetapi telah diselangi oleh beberapa  kutipan dari sumber lain,dengan pengarang yang sama , maka cukup ditulis  nama pengarang diikuti tanda koma ; judul buku diikuti tanda koma: dan Op cit hlm

Contoh catatan kaki jika menggunakan ibid:

……kalimat – kalimat yang dibuat.2 kalimat lagi…..

Maka dibagian bawah halaman tempat kutipan tersebut ditulis

2 Ibid, hlm.nomor halaman.

Catatan: penulisan rujukan tergantung instansi mana yang diikuti ketika menulis karya ilmiah . Pengambilan rujukan dengan kutipan dan catatan kaki tidak dapat digabungkan.

Daftar pustaka

Badudu,J.s.  1980. Membina Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Raya

Semi, M Atar. 2001.Teknik Menulis Berita dan Features.Bandung: Mungantara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s