Standarisasi KMnO4

Untuk titrasi permanganat kita menggunakan KMnO4 sebagai larutan standar. Mengapa kita harus menstandarisasi dan apa tujuan menstandarisasi ini sebenarnya padahal kita sudah tahu konsentrasi KMnO4 sebelumnya?

KMnO4 adalah pengoksidasi kuat dan tidak stabil jika kontak dengan lingkungan terbuka, pengaruh cahaya maupun kondisi lingkungan seperti kelembaban atau pengaruh kontaminasi dengan zat lain. akan merubah konsentrasi KMnO4 ini. Jika kita mengukur konsentrasi awal KMnO4 adalah )  0.5 M, maka beberapa jam berikutnya  konsentrasi KMnO4 ini akan berkurang dan tidak akan tepat sama 0.5 M lagi. oleh karena itu sebelum menggunakan KMnO4 sebagai larutan standar untuk mentitrasi maka harus distandarisasi terlebih dahulu.

Standarisasi  KMnO4

Prosedur:

  1. Pipet 100 ml aquades, masukkan kedalam Erlenmeyer 250 ml.
  2. Panaskan hingga 700c ( ditandai dengan embun didinding Erlenmeyer 250 ml).
  3. Tambahkan 5 ml larutan H2SO4 8 N bebas zat organic.
  4. Tambahkan 10 ml larutan asam oksalat 0.01 N.
  5. Titrasi dengan KMnO4  0.01 N sampai berwarna pink seulas, catat ml pemakaiannya
  6. Lakukan duplo.

Rumus  : V oksalat x normalitas oksalat = v KMnO4 x normalitas KMnO4

Sumber: prosedur SNI Balai Riset dan Standarisasi Industri

2 thoughts on “Standarisasi KMnO4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s